Dalam setiap proses pengurusan jenazah, ada satu prinsip utama yang selalu dijaga: menghormati dan menjaga kehormatan jenazah. Selain kain kafan, salah satu perlengkapan penting yang sering digunakan adalah kain tutup keranda.
Meski terlihat sederhana, pemilihan kain penutup keranda tidak boleh sembarangan. Terutama bagi pengurus masjid, yayasan, atau rumah sakit yang menggunakannya secara rutin. Artikel ini akan membahas secara lengkap mulai dari fungsi dalam Islam, jenis bahan, hingga cara memilih yang tepat.
Apa Itu Kain Tutup Keranda dalam Islam?
Kain tutup keranda adalah kain yang digunakan untuk menutup bagian atas keranda saat jenazah dibawa menuju pemakaman atau lokasi shalat jenazah. Fungsinya berbeda dengan kain kafan.
Jika kain kafan digunakan untuk membungkus jenazah sesuai syariat, maka kain tutup keranda berfungsi sebagai pelindung tambahan sekaligus menjaga adab dan kehormatan selama proses pemindahan.
Dalam Islam sendiri tidak terdapat dalil khusus yang mengatur jenis, warna, atau bahan kain penutup keranda. Artinya, penggunaannya lebih bersifat pada nilai kepantasan, kebersihan, dan kemuliaan terhadap jenazah.
Karena itu, memilih kain yang pantas dan berkualitas menjadi bentuk tanggung jawab sosial dan keagamaan.
Fungsi Kain Keranda dalam Perspektif Syariat & Praktik Lapangan
Secara umum, kain tutup keranda memiliki beberapa fungsi penting:
1. Menjaga Kehormatan Jenazah
Penutup keranda membantu menjaga privasi dan kehormatan jenazah saat dibawa di ruang publik.
2. Memberikan Kesan Rapi dan Sopan
Dalam praktiknya, penggunaan kain penutup membuat prosesi terlihat lebih tertata dan khidmat.
3. Melindungi dari Debu dan Cuaca
Ketika pemakaman dilakukan di area terbuka, kain penutup membantu melindungi dari panas, angin, atau debu.
4. Nilai Estetika dan Identitas Masjid
Banyak masjid memilih kain dengan bordir lafadz tertentu sebagai simbol penghormatan. Namun perlu dipahami, ini bukan kewajiban syariat, melainkan tradisi yang berkembang.

Dengan memahami fungsi ini, kita bisa melihat bahwa kualitas bahan sangat memengaruhi kenyamanan dan ketahanan penggunaan.
Baca Juga Shaf Sholat yang Benar: Dalil, Posisi Berdiri, dan Pengaturannya di Masjid Modern
Jenis-Jenis Bahan Kain Tutup Keranda
Pemilihan bahan menjadi faktor paling krusial. Berikut perbandingan tiga bahan yang umum digunakan:
1. Katun
Kelebihan:
- Ringan dan mudah dilipat
- Mudah dicuci dan cepat kering
- Tidak terlalu panas
- Cocok untuk penggunaan rutin
Kekurangan:
- Tampilan lebih sederhana dibanding bludru
Cocok untuk:
Masjid dengan frekuensi penggunaan tinggi atau lingkungan dengan perawatan rutin.
2. Bludru
Kelebihan:
- Tampilan lebih mewah
- Tekstur tebal
Kekurangan:
- Berat
- Sulit dicuci
- Lebih lama kering
Cocok untuk:
Masjid besar atau penggunaan yang tidak terlalu sering.
3. Satin / Polyester
Kelebihan:
- Tampilan mengkilap
- Harga relatif terjangkau
Kekurangan:
- Cenderung lebih tipis
- Kurang tahan lama jika sering dicuci
Cocok untuk:
Penggunaan dekoratif atau cadangan.
Ringkasan Perbandingan
| Bahan | Kemudahan Cuci | Daya Tahan | Bobot | Kesan Visual |
| Katun | Sangat Mudah | Baik | Ringan | Sederhana |
| Bludru | Sulit | Sangat Baik | Berat | Mewah |
| Satin | Mudah | Sedang | Ringan | Mengkilap |
Dari sisi kepraktisan dan efisiensi jangka panjang, banyak pengurus masjid memilih bahan katun karena perawatannya lebih sederhana.
Standar Ideal Kain Keranda untuk Masjid & Yayasan
Agar lebih optimal, berikut standar yang sebaiknya diperhatikan:
- Ukuran umum: sekitar 200 x 300 cm (menyesuaikan ukuran keranda)
- Jahitan tepi kuat: tidak mudah robek
- Ketebalan cukup: tidak terlalu tipis
- Mudah dilipat & disimpan
- Warna netral atau hijau tua yang umum digunakan di masjid
Kualitas jahitan dan ketebalan sering menjadi faktor yang diabaikan, padahal sangat menentukan daya tahan.
Cara Memilih Kain Tutup Keranda yang Tepat
Berikut checklist praktis yang bisa Anda gunakan:
- Sesuaikan dengan frekuensi penggunaan
- Pilih bahan yang mudah dicuci
- Pastikan kain tidak terlalu tipis
- Perhatikan kualitas bordir (jika ada)
- Hindari bahan yang terlalu berat jika sering digunakan
- Pertimbangkan kemudahan penyimpanan
Jika masjid Anda aktif dengan penggunaan rutin, bahan ringan dan mudah dicuci biasanya menjadi pilihan paling efisien.
Cara Merawat dan Menyimpan Kain Keranda Agar Awet
Agar kain tetap terjaga kualitasnya:
- Cuci secara berkala setelah beberapa kali penggunaan
- Gunakan deterjen ringan
- Hindari pemutih berlebihan
- Keringkan hingga benar-benar kering sebelum disimpan
- Simpan di tempat tidak lembap
- Lipat rapi agar tidak kusut permanen
Perawatan yang tepat bisa memperpanjang usia pakai hingga bertahun-tahun.
Baca Juga Meja Mayo Adalah: Pengertian, Fungsi, dan Panduan Memilih untuk Fasilitas Kesehatan
Rekomendasi Bahan Praktis untuk Penggunaan Masjid
Jika Anda mencari kain tutup keranda yang ringan, mudah dicuci, dan tetap terlihat rapi untuk penggunaan rutin, bahan katun sering menjadi pilihan yang paling praktis.

Bagi masjid atau yayasan yang ingin solusi efisien dan tahan lama, Anda bisa mempertimbangkan produk kain keranda katun yang dirancang untuk penggunaan aktif serta mudah dalam perawatan.
Dengan memilih bahan yang tepat, Anda tidak hanya menjaga kehormatan jenazah, tetapi juga memastikan perlengkapan masjid tetap terawat dan siap digunakan kapan pun dibutuhkan.
FAQ
1. Apa perbedaan kain kafan dan kain tutup keranda?
Kain kafan digunakan untuk membungkus jenazah sesuai syariat Islam, sedangkan kain tutup keranda berfungsi sebagai penutup bagian luar keranda saat proses pemindahan atau shalat jenazah. Keduanya memiliki fungsi berbeda dan tidak saling menggantikan.
2. Apakah penggunaan kain tutup keranda wajib dalam Islam?
Tidak ada kewajiban khusus dalam syariat terkait penggunaan kain penutup keranda. Namun, penggunaannya umum dilakukan untuk menjaga kehormatan dan kerapian prosesi jenazah.
3. Bahan apa yang paling bagus untuk kain keranda masjid?
Bahan katun sering dipilih karena ringan, mudah dicuci, dan cocok untuk penggunaan rutin. Sementara bludru lebih tebal dan terlihat mewah, tetapi perawatannya lebih sulit.
4. Berapa ukuran standar kain tutup keranda?
Umumnya berkisar antara 200 x 300 cm, namun dapat disesuaikan dengan ukuran keranda yang digunakan oleh masjid atau yayasan.
5. Apakah kain keranda harus ada bordir lafadz Allah atau Muhammad?
Tidak ada aturan khusus mengenai bordir. Tulisan tersebut merupakan tradisi yang berkembang di masyarakat, bukan kewajiban agama.

