cara mengkafankan jenazah
DKM Panduan

Cara Mengkafankan Jenazah Dengan Adab dan Sesuai Syariat

Mengurus jenazah adalah amanah besar yang sering datang di saat suasana duka masih menyelimuti keluarga. Di momen seperti ini, banyak orang ingin memastikan setiap proses dilakukan dengan benar, tertib, dan penuh hormat termasuk saat mengkafankan jenazah.

Artikel ini disusun sebagai panduan lengkap dan praktis untuk membantu memahami cara mengkafankan jenazah sesuai syariat Islam, dengan bahasa yang tenang dan mudah dipahami. Tujuannya bukan untuk menggantikan rujukan fiqih, melainkan menemani proses agar berjalan lebih terarah, beradab, dan tidak tergesa-gesa.

Apa Itu Mengkafankan Jenazah dan Mengapa Harus Dilakukan dengan Benar

Mengkafankan jenazah adalah proses membungkus jenazah dengan kain kafan setelah jenazah dimandikan, sebelum disalatkan dan dimakamkan. Proses ini merupakan bagian dari pemulasaraan jenazah yang memiliki kedudukan penting dalam ajaran Islam.

Lebih dari sekadar membungkus tubuh, mengkafankan jenazah bertujuan untuk:

  • Menutup aurat jenazah
  • Menjaga kehormatan orang yang telah wafat
  • Menyiapkan jenazah untuk tahapan ibadah selanjutnya

Karena itu, mengkafankan jenazah perlu dilakukan dengan ilmu, ketenangan, dan adab, tanpa menambah atau mengurangi ketentuan yang telah diajarkan.

Persiapan Sebelum Mengkafankan Jenazah (Sering Terlewat, Padahal Penting)

Salah satu penyebab kekacauan saat mengkafani jenazah bukan karena tidak tahu hukumnya, tetapi karena kurangnya persiapan. Beberapa hal penting yang perlu diperhatikan sebelum proses dimulai antara lain:

  1. Menyiapkan tempat yang layak dan tertutup
    Proses mengkafani sebaiknya dilakukan di ruangan yang bersih, tenang, dan menjaga privasi jenazah. 
  2. Menentukan petugas yang bertugas
    Idealnya dilakukan oleh orang yang sejenis kelamin dengan jenazah, atau pihak yang memang ditugaskan dan dipercaya. 
  3. Menjaga suasana tetap tenang
    Mengkafani jenazah bukan pekerjaan terburu-buru. Suasana yang tertib membantu proses berjalan rapi dan penuh hormat. 
  4. Meluruskan niat
    Niatkan proses ini sebagai bentuk ibadah dan penghormatan terakhir, bukan sekadar menyelesaikan kewajiban.

Persiapan yang baik akan sangat membantu kelancaran proses di tahap berikutnya.

Baca Juga Jasa Ambulance: Pengertian, Jenis Layanan, dan Alternatif untuk Kebutuhan Medis

Perbedaan Mengkafankan Jenazah Laki-Laki dan Perempuan

Secara umum, terdapat perbedaan dalam jumlah dan susunan kain kafan antara jenazah laki-laki dan perempuan. Namun, prinsip utamanya tetap sama, yaitu menutup aurat dan menjaga kehormatan jenazah.

  • Jenazah laki-laki umumnya dikafani dengan beberapa lapis kain yang menutup seluruh tubuh. 
  • Jenazah perempuan memiliki tambahan penutup sesuai kebutuhan auratnya.

Perlu dipahami bahwa detail teknis dapat berbeda sesuai penjelasan fiqih yang diikuti. Dalam praktik lapangan, yang terpenting adalah:

  • Mengikuti tuntunan yang diajarkan
  • Tidak berlebihan
  • Tidak mengurangi tujuan utama pengkafanan

Tata Cara Mengkafankan Jenazah Sesuai Syariat

Berikut gambaran umum tata cara mengkafankan jenazah yang biasa dilakukan dalam praktik pemulasaraan, dengan tetap menjaga adab dan ketertiban.

Kain Beludru

1. Menyiapkan Kain Kafan

Kain kafan disiapkan dan dibentangkan di tempat yang bersih dan rapi. Susunan kain dibuat terlebih dahulu agar proses pembungkusan berjalan tertib.

Tujuan langkah ini:
Memudahkan proses berikutnya agar tidak terburu-buru dan menghindari kesalahan urutan.

Adab yang dijaga:
Menjaga kebersihan kain dan suasana sekitar.

Kesalahan yang perlu dihindari:
Menyiapkan kain secara tergesa-gesa atau di tempat yang tidak layak.

2. Meletakkan Jenazah di Atas Kain Kafan

Jenazah diletakkan dengan hati-hati di atas susunan kain kafan yang telah disiapkan.

Tujuan langkah ini:
Memastikan posisi jenazah rapi dan memudahkan pembungkusan.

Adab yang dijaga:
Bersikap lembut, tidak kasar, dan tetap menjaga aurat jenazah.

3. Membungkus Jenazah dengan Kain Kafan

Kain kafan dibungkuskan secara berurutan hingga seluruh tubuh jenazah tertutup dengan baik.

Prinsip utama yang perlu dijaga:

  • Menutup aurat dengan sempurna
  • Tidak berlebihan dalam lilitan
  • Tetap rapi dan tidak tergesa-gesa

Proses ini dilakukan dengan tenang, tanpa menambah ritual yang tidak diajarkan, dan tanpa mengurangi ketentuan yang ada.

Adab dan Hal yang Perlu Dijaga Saat Mengkafankan Jenazah

Selain urutan teknis, adab memegang peranan penting dalam mengkafankan jenazah. Beberapa hal yang perlu dijaga antara lain:

  • Menjaga rahasia jenazah dan tidak menceritakan kekurangannya 
  • Tidak bercanda atau berbicara hal yang tidak perlu 
  • Bersikap lembut dan penuh hormat 
  • Menjaga kebersihan dan ketertiban

Adab inilah yang membedakan proses pemulasaraan sebagai ibadah, bukan sekadar pekerjaan teknis.

Kesalahan yang Sering Terjadi Saat Mengkafankan Jenazah

Dalam praktik lapangan, beberapa kesalahan yang sering terjadi antara lain:

  • Terburu-buru karena tekanan waktu 
  • Kurang menjaga privasi jenazah 
  • Suasana yang terlalu ramai 
  • Kurang koordinasi antar petugas

Kesalahan ini umumnya bukan karena niat buruk, melainkan karena kurangnya pengalaman dan persiapan. Dengan panduan yang jelas dan pembagian tugas yang baik, kesalahan tersebut dapat diminimalkan.

Tahap Setelah Jenazah Dikafani: Menjaga Kehormatan dan Ketertiban

Setelah proses mengkafani selesai, jenazah perlu diperlakukan dengan tetap menjaga kehormatan dan ketertiban hingga tahap salat jenazah dan pemakaman.

Pada tahap inilah, perlengkapan pemulasaraan jenazah berperan penting. Jenazah biasanya perlu dipindahkan dari tempat pengkafanan menuju:

  • Tempat salat jenazah 
  • Kendaraan pengangkut 
  • Atau area pemakaman

Keranda Jenazah Portable

Keranda Jenazah Portable

Agar proses pemindahan berjalan aman, tertib, dan bermartabat, penggunaan keranda jenazah menjadi solusi yang umum digunakan di masjid, rumah sakit, maupun lingkungan masyarakat. Keranda membantu:

  • Menjaga posisi jenazah tetap rapi 
  • Melindungi jenazah dari paparan langsung 
  • Memudahkan petugas dan jamaah saat pemindahan

Perlu ditegaskan, keranda bukan bagian dari ibadah mengkafani, melainkan perlengkapan pemulasaraan untuk menjaga kehormatan jenazah setelah proses pengkafanan selesai.

Baca Juga Ketahui Cara Memilih Desain Tempat Wudhu Masjid yang Nyaman, Aman, dan Tahan Lama

Penutup: Mengkafankan Jenazah dengan Ilmu, Tenang, dan Penuh Hormat

Mengkafankan jenazah adalah amanah yang mulia dan penuh tanggung jawab. Dengan memahami tata caranya, menjaga adab, dan menyiapkan perlengkapan pemulasaraan dengan baik, proses ini dapat dilakukan dengan lebih tenang dan tertib.

Di tengah suasana duka, ketenangan dan kesiapan sangat membantu agar setiap tahapan berjalan sebagaimana mestinya. Semoga panduan ini dapat menjadi pegangan yang bermanfaat bagi siapa pun yang diberi amanah untuk mengurus jenazah dengan penuh hormat dan keikhlasan.

FAQ

1. Apa yang dimaksud dengan mengkafankan jenazah?

Mengkafankan jenazah adalah proses membungkus jenazah dengan kain kafan setelah dimandikan, sebelum disalatkan dan dimakamkan. Tujuannya untuk menutup aurat dan menjaga kehormatan jenazah sesuai syariat Islam.

2. Apakah mengkafankan jenazah termasuk kewajiban dalam Islam?

Ya. Mengkafankan jenazah termasuk bagian dari pemulasaraan jenazah yang hukumnya fardhu kifayah, yaitu kewajiban bersama umat Islam.

3. Apa perbedaan mengkafankan jenazah laki-laki dan perempuan?

Perbedaannya umumnya terletak pada jumlah dan susunan kain kafan, namun prinsip dasarnya tetap sama, yaitu menutup aurat dan menjaga kehormatan jenazah sesuai tuntunan syariat.

4. Siapa yang sebaiknya mengkafankan jenazah?

Idealnya, jenazah dikafani oleh orang yang sejenis kelamin atau petugas pemulasaraan yang dipercaya, memahami adab, dan menjaga ketenangan selama proses berlangsung.

5. Kesalahan apa yang sering terjadi saat mengkafankan jenazah?

Kesalahan yang sering terjadi antara lain terburu-buru, kurang menjaga aurat dan privasi jenazah, suasana terlalu ramai, serta kurangnya persiapan tempat dan petugas.

DKM Panduan

Harga Kursi Lipat Buat Sholat: Gambaran Biaya, Tantangan

Mengurus jenazah adalah amanah besar yang sering datang di saat suasana duka.

DKM Perkantoran Produk

Al Qur’an: Pengertian, Kedudukan, dan Cara Mendekatinya dalam

Mengurus jenazah adalah amanah besar yang sering datang di saat suasana duka.

Back To Top
Item Rp0
Loadding...